Senin, 19 Maret 2012

lmu dan keutamaannya

Ilmu dan keutamaannya
Kebodohan adalah salah satu sebab utama seseorang terjerumus ke dalam kemaksiatan dan kefasikan, bahkan ke dalam kemusyrikan atau kekafiran.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: "Kebaikan anak Adam adalah dengan iman dan amal shalih, dan tidak mengeluarkan mereka dari kebaikan, kecuali dua hal:
Pertama: Kebodohan, kebalikan dari ilmu , sehingga orang-orangnya akan menjadi sesat.
Kedua: Mengikuti hawa-nafsu dan syahwat, yang keduanya ada di dalam jiwa. Sehingga orang-orang akan mengikuti hawa-nafsu dan dimurkai (oleh Allah) ". (Majmu 'Fatawa 15/242)
Demikian juga orang-orang yang beribadah kepada Allah dengan kebodohan, maka sesungguhnya mereka lebih banyak merusak daripada membangun! Sebagaimana dikatakan oleh sebagian Salafush Shalih:

من عبد الله بجهل, أفسد أكثر مما يصلح

Barangsiapa beribadah kepada Allah dengan kebodohan, dia telah membuat kerusakan lebih banyak daripada membuat kebaikan . (Majmu 'Fatawa 25/281)
KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU
Oleh karena bahaya penyakit kebodohan yang begitu besar, maka agama memberikan resep obat untuk menghilangkan penyakit tersebut. Yaitu mewajibkan para pemeluknya untuk menuntut ilmu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

طلب العلم فريضة على كل مسلم

Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap muslim . [HR. Ibnu Majah, no: 224, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Ibni Majah]

Demikian juga Alloh Ta'ala memerintahkan kepada umat untuk bertanya kepada ulama mereka. Firman Alloh:

فسئلوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون

Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui. (QS. 21:7)

YANG DIMAKSUD DENGAN ILMU
Yang dimaksudkan ilmu di sini adalah ilmu syar'i , ilmu yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya, dan diwariskan kepada para ulama pewaris para Nabi.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

من سلك طريقا يطلب فيه علما سلك الله به طريقا من طرق الجنة وإن الملائكة لتضع أجنحتها رضا لطالب العلم وإن العالم ليستغفر له من في السموات ومن في الأرض والحيتان في جوف الماء وإن فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب وإن العلماء ورثة الأنبياء وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما ورثوا العلم فمن أخذه أخذ بحظ وافر

Barangsiapa meniti satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya-dengan hal itu-Allah jalankan dia pada jalan di antara jalan-jalan sorga. Dan sesungguhnya para malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi (pencari ilmu agama). Dan sesungguhnya seorang 'alim itu dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi, dan oleh ikan-ikan di dalam air. Dan sesungguhnya keutamaan seorang 'alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama dari seluruh bintang-bintang. Dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mewariskan ilmu. Baramngsiapa yang mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang banyak. [HR. Abu Dawud no: 3641, dan ini lafazhnya; Tirmidzi no: 3641; Ibnu Majah no: 223; Ahmad 4/196; Darimi no: 1/98. Dihasankan Syaikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin 2/470, hadits no: 1388]

Marilah kita perhatikan hadits yang agung ini. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan keutamaan menuntut ilmu pada awal kalimat, dan prioritas' alim (orang yang berilmu) pada pertengahan kalimat, lalu pada akhir kalimat beliau n menjelaskan bahwa ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang diwariskan para Nabi, yaitu ilmu agama yang haq !
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: "Telah diketahui bahwa ilmu yang diwariskan oleh para Nabi adalah ilmu syariat Allah 'Azza wa Jalla, bukan lainnya. Sehinga para Nabi tidaklah mewariskan ilmu tekhnologi dan yang terkait dengannya kepada manusia. "[Kitabul ilmi, hal: 11, karya Syaikh Al-Utsaimin]
Ini bukan berarti bahwa ilmu dunia itu terlarang atau tidak menguntungkan. Bahkan ilmu dunia yang dibutuhkan oleh umat juga perlu dipelajari dengan niat yang baik.
Beliau juga berkata: "Yang kami maksudkan adalah ilmu syar'i, yaitu: ilmu yang yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, yang berupa penjelasan-penjelasan dan petunjuk.Maka ilmu yang mendapatkan pujian dan sanjungan hanyalah ilmu wahyu, ilmu yang diturunkan oleh Allah ". [Kitabul ilmi, hal: 11, karya Syaikh Al-Utsaimin]

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda:

نضر الله امرأ سمع مقالتي فبلغها فرب حامل فقه غير فقيه ورب حامل فقه إلى من هو أفقه منه

Semoga Allah mengelokkan wajah seseorang yang mendengar perkataanku, lalu dia menyampaikannya. Terkadang orang yang membawa fiqih (ilmu; pemahaman; hadits Nabi) bukanlah ahli fiqih. Terkadang orang yang membawa fiqih membawa kepada orang yang lebih fiqih (paham) darinya. [HR. Ibnu Majah no: 230, dan ini lafazhnya; Ahmad 5/183; Abu Dawud no: 3660; dan lainnya]

Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata: "Beliau n menamakan kata beliau dengan nama ilmu, untuk orang yang merenungkan dan memahaminya". [Jami 'Bayanil Ilmi Wa Fadhlihi]
Oleh karena itulah wahai saudara-saudaraku yang tercinta, istilah ilmu tidaklah dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya kecuali terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, atau kesepakatan seluruh umat terhadap suatu hal yang menghilangkan perselisihan, dan apa-apa yang dapat mendekatkan kepadanya. [Diambil dari kata Syeikh Salim Al-Hilali di dalam kitab Bahjatun Nazhirin 2/461]
Inilah kewajiban kita, kaum muslimin, baik terpelajar atau publik. Kita wajib mengetahui dan memahami apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan apa-apa yang Dia larang.

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU
Sesungguhnya keutamaan menuntut ilmu sangat banyak, di sini cukuplah kami sebutkan beberapa manfaat dari hadits di atas yang telah kami sampaikan:
  1. Allah memudahkan jalan ke sorga untuk orang yang menuntut ilmu.
  2. Malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap thalibul ilmi.
  3. Seorang 'alim dimintakan ampun oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi, dan oleh ikan-ikan di dalam air.
  4. Keutamaan seorang 'alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama dari seluruh bintang-bintang.
  5. Para ulama itu pewaris para Nabi.

Semoga Alloh memberikan semangat kepada kita semua untuk menuntut ilmu agama dan mengamalkannya, sehingga meraih kesuksesan di dunia dan akhirat.